SIMULASI PEMBELAJARAN TATAP MUKA DI SMP NEGERI 20 SURABAYA

SIMULASI PEMBELAJARAN TATAP MUKA DI SMP NEGERI 20 SURABAYA 


Oleh: Ika Oktaviolita, S.Pd.


Silahkan melihat video diatas dan jangan lupa untuk selalu mendukung sekolah kita dengan cara "LIKE dan SUBSCRIBE" channel youtube sekolah

“Dari semua ini yang terpenting adalah pemerintah daerah harus mempertimbangkan dengan matang pemberian izin Pembelajaran Tatap Muka (PTM),” kata Nadiem dalam Rakornas Pembukaan Sekolah pada Masa Pandemi Covid-19 yang diselenggarakan KPAI, Senin (30/11/2020). Nadiem mengatakan, pemerintah memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah atau kantor wilayah kementerian agama untuk menentukan pembelajaran tatap muka. Pemberian izin dapat dilakukan secara serentak ataupun bertahap tergantung kepada kesiapan masing-masing daerah. Adapun kebijakan tersebut mulai berlaku pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 atau mulai Januari tahun depan.

Kebijakan yang diputuskan  membuat seluruh instansi pendidikan mempersiapkan berbagai protokol kesehatan dengan baik. Seluruh warga SMP Negeri 20 Surabaya mempersiapkan pembelajaran tatap muka mulai bulan Juli 2020 hingga saat ini. Berbagai persiapan sarana dan prasarana diantaranya: 

·         Membuat Standard Operating Procedure (SOP) di setiap ruangan

·         Menempel tanda X sebagai simbol jaga jarak di setiap meja dan kursi

·   Mempersiapkan keperluan protokol kesehatan (hand sanitizer, fice shield, disinfektan, thermogun)

Setelah semua persiapan sarana dan prasarana protokol kesehatan telah dilengkapi, seluruh warga sekolah dan mengundang perwakilan 10 siswa OSIS untuk melakukan simulasi pembelajaran tatap muka di SMP Negeri 20 Surabaya. Simulasi dilakukan dengan merekam video kegiatan sesuai SOP yang telah dibuat dan diterapkan pada hari Selasa tanggal 8 Desember 2020 pukul 09.00 – 13.00 WIB. Semoga simulasi ini dapat dipelajari seluruh warga sekolah dengan baik guna mempersiapkan seluruh siswa dalam pembelajaran tatap muka. Mungkin terdapat kekurangan dalam tampilan video mohon dimaklumi. Semua saran bisa disampaikan dikolom komentar untuk perbaikan dalam pembuatan video berikutnya.