Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) SMPN 20 Surabaya Tahun Pelajaran 2017/2018

Hari ini tanggal 19 Juli 2017, OSIS beserta panitia PLS telah melaksanakan kegiatan PLS dengan lancar. Dimulai dari persiapan penuh yang dilakukan oleh OSIS dibantu panitia PLS SMPN 20 Surabaya. Dari kegiatan Pra PLS (16/7) hingga akhir dari hari PLS. Di hari Minggu, 16 Juli 2017 di saat Pra PLS, OSIS menghimbau kepada para peserta PLS untuk membawa perlengkapan persiapan kegiatan PLS yang dilaksanakan pada hari Senin hingga Rabu. Yang biasa dibawa oleh para siswa PLS yaitu, surat dokter, identitas gugus, peralatan sholat, dan peralatan tulis. Kali ini SMPN 20 SURABAYA menghimbau kepada para siswa PLS untuk membawa tanaman produktif/tanaman hias untuk ditanam di taman dekat kelas agar lebih asri. Ini sangat memudahkan para siswa dan juga tidak terlalu memberatkan mereka.
            Di hari pertama kegiatan PLS (17/7) dibuka dengan upacara pembukaan PLS/LOS dan dibimbing oleh para OSIS. Dilanjutkan presensi peserta PLS/LOS lalu Pre-test dengan tujuan untuk menentukan The Best Ten atau sepuluh siswa terbaik selama PLS. Mereka sangat antusias dalam mengerjakan Pre-Test tersebut dan hasilnya pun tidak mengecewakan. Ini membuktikan bahwa mereka adalah siswa yang terpilih dan tepat untuk menjadi siswa SMPN 20 Surabaya. Ada beberapa siswa yang sudah kenal dengan teman sebangku atau teman sekelasnya dengan mudah karena memang mereka sudah pandai bergaul. Tetapi ada juga siswa yang pendiam dan sulit untuk bergaul bersama teman-teman nya. Oleh karena itu, OSIS SMPN 20 Surabaya sangat berperan besar bagi mereka siswa yang pendiam. Di sela-sela mendidik OSIS biasanya memberikan candaan untuk para siswa PLS agar tidak tegang dan tidak takut terhadap kegiatan PLS. Apalagi takut dengan kakak OSIS nya. Selain membantu siswa untuk berkenalan dengan teman nya, para anggota OSIS SMPN 20 Surabaya juga membantu para siswa PLS dalam pengenalan lingkungan sekolah termasuk juga pengenalan para guru di SMPN 20 Surabaya. Pendidikan berkarakter juga harus diterapkan untuk para siswa PLS yang dibimbing oleh para panitia PLS. Selain itu ada pengertian dari kenakalan remaja/narkoba yang harus dimengerti oleh para siswa PLS. Para siswa PLS juga diajarkan untuk selalu tepat waktu untuk beribadah contohnya, untuk siswa yang beragama muslim akan salat Dzuhur berjamaah ketika mendengar adzan, sedangkan siswa yang beragama non muslim mereka akan ditempatkan ditempat yang berbeda untuk beribadah.
            Selasa pagi hari (18/7) para siswa PLS mengikuti apel pagi dengan tertib dan bersemangat. Acara apel pagi tidak hanya sekedar apel biasa, tetapi juga mengajarkan bagaimana cara baris berbaris yang benar. Di hari kedua ini jadwal kegiatan yang akan dilakukan agak sedikit berbeda dengan jadwal kegiatan di hari pertama. Yang membedakanya adalah acara games khusus untuk para siswa PLS yang dipimpin oleh para anggota OSIS dengan tujuan agar mereka bisa bersenang-senang.

            Seperti biasa apel pagi selalu dilakukan. Di hari terakhir pelaksanaaan PLS (19/7) ini pada acara apel pagi akan dipimpin oleh salah satu siswa PLS yang dibantu oleh salah satu anggota OSIS yang juga merupakan anggota dari tim PASKIBRA dari SMPN 20 Surabaya. Selain itu untuk petugas apel lain juga merupakan dari siswa PLS. Di dalam acara PLS ini mereka juga diajarkan cara mengibarkan dan melipat bendera merah putih. Pada hari terakhir pelaksanaan PLS tadi pagi sangat menggembirakan. Setiap perwakilan gugus dianjurkan untuk menampilkan hobi/kreatifitas yang dimiliki siswa PLS pada acara unjuk kebolehan. Mereka sangat antusias. Menari, menyanyi, akustik, berpuisi, stand up comedy, dll. Itulah yang mereka tampilkan tadi pagi. Siswa SMPN 20 Surabaya pun tidak mau kalah. Mereka juga sangat antusias dan juga berpastispasi terhadap acara ini. Ada penampilan dari tim PASKIBRA yang sudah membuat siswa PLS ternganga karena penampilanya. Tim PMR yang sudah membuat para siswa PLS kagum terhadap cara kerja mengobati dan menolong sesama dengan sigap. Dan ada juga dari tim Tari yang membuat para peserta PLS terhibur dengan gerakannya yang lemah gemulai. Semua acara ini hanya semata-mata untuk menghibur para siswa PLS. Post – Test pun dilakukan kembali untuk merevisi ulang nilai dari Pre – Test sebelumnya untuk siswa PLS. Setelah selesai, upacara penutupan pun dimulai. Walau terik matahari yang menyengat, para siswa PLS maupun pengurus OSIS nya tidak kenal lelah. Mereka masih tetap semangat demi menyelesaikan acara ini. Petugas upacara juga masih tetap sama seperti apel pagi yang telah dilakukan tadi pagi. Di dalam acara penutupan ini terdapat pengumuman hasil The Best Ten. Mereka diberi pengharagaan atas prestasi yang telah mereka capai selama kegiatan PLS berlangsung.  Setelah acara penutupan selesai, dilanjutkan dengan sesi pemotretan per gugus. Kemudian dilanjut pulang bersama.