Peringatan Hari Kartini 2014

Hari Kartini. Ada sebagai penghormatan atas wujud perjuangan kaum perempuan, simbol persamaan gender, emansipasi wanita. Kartini ada sebagai pahlawan, bukan dengan tindakan kekerasan, tapi tetap radikal, demi memperjuangkan kebenaran yang dipercayainya.
Beberapa dekade setelah beliau meninggal, pergerakan wanita semakin terasa dan membawa dampak luar biasa. Saat ini, melihat kaum perempuan berada di posisi kepemimpinan bukanlah hal yang begitu tabu lagi, meskipun adat ketimuran yang bangsa ini punya juga tidak sepenuhnya punah, terutama budaya patriarki.Pada masa Pergerakan Nasional Indonesia, peran dan jasa dari R.A Kartini tidak bisa dilupakan. Lahirnya berbagai Organisasi Pergerakan Nasional Perempuan memliki arti penting terhadap perubahan pola pikir kaum perempuan yang tidak hanya berperan di " dapur, sumur, kasur ". Kaum wanita memliki peranan juga dalam proses mewujudkan awal mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Terjadinya Kongres Perempuan Pertama tanggal 22 hingga 25 Desember 1928 merupakan awal kebangkitan wanita di Indonesia. 


Karena itu setiap tanggal 22 Desember selalu diperingati sebagai hari Ibu. Hari Kartini, di berbagai daerah diperingati terutama disekolah-sekolah mulai dari TK sampai SMA dengan cara menggunakan baju adat daerah-daerah yang ada di Indonesia. Entah kenapa juga, apakah ada relasi antara baju adat dan perjuangan R. A. Kartini itu sendiri.Di SMP Negeri 20 Surabaya ta luput dari gebyarnya baju adat atau daerah, bukan hanya para siswa Bapak dan Ibu Gurupun berdandan lebih menor dari biasanya, Semaraknya Hari Kartini dimanfaatkan sangat kreatif oleh siswa siswa dan para guru dengan mengadakan Bazar. lombah Puisi, Fashion show  Beberapa dekade setelah beliau meninggal, pergerakan wanita semakin terasa dan membawa dampak luar biasa. Saat ini, melihat kaum perempuan berada di posisi kepemimpinan bukanlah hal yang begitu tabu lagi, meskipun adat ketimuran yang bangsa ini punya juga tidak sepenuhnya punah, terutama budaya patriarki.Pada masa Pergerakan Nasional Indonesia, peran dan jasa dari R.A Kartini tidak bisa dilupakan. Lahirnya berbagai Organisasi Pergerakan Nasional Perempuan memliki arti penting terhadap perubahan pola pikir kaum perempuan yang tidak hanya berperan di " dapur, sumur, kasur ". Kaum wanita memliki peranan juga dalam proses mewujudkan awal mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Terjadinya Kongres Perempuan Pertama tanggal 22 hingga 25 Desember 1928 merupakan awal kebangkitan wanita di Indonesia. 

Karena itu setiap tanggal 22 Desember selalu diperingati sebagai hari Ibu.Hari Kartini, di berbagai daerah diperingati terutama disekolah-sekolah mulai dari TK sampai SMA dengan cara menggunakan baju adat daerah-daerah yang ada di Indonesia. Entah kenapa juga, apakah ada relasi antara baju adat dan perjuangan R. A. Kartini itu sendiri.Di SMP Negeri 20 Surabaya ta luput dari gebyarnya baju adat atau daerah, bukan hanya para siswa Bapak dan Ibu Gurupun berdandan lebih menor dari biasanya, Semaraknya Hari Kartini dimanfaatkan sangat kreatif oleh siswa siswa dan para guru dengan mengadakan Bazar. lombah Puisi, Fashion show  Beberapa dekade setelah beliau meninggal, pergerakan wanita semakin terasa dan membawa dampak luar biasa. Saat ini, melihat kaum perempuan berada di posisi kepemimpinan bukanlah hal yang begitu tabu lagi, meskipun adat ketimuran yang bangsa ini punya juga tidak sepenuhnya punah, terutama budaya patriarki.Pada masa Pergerakan Nasional Indonesia, peran dan jasa dari R.A Kartini tidak bisa dilupakan. Lahirnya berbagai Organisasi Pergerakan Nasional Perempuan memliki arti penting terhadap perubahan pola pikir kaum perempuan yang tidak hanya berperan di " dapur, sumur, kasur ". Kaum wanita memliki peranan juga dalam proses mewujudkan awal mewujudkan kemerdekaan Indo


nesia. Terjadinya Kongres Perempuan Pertama tanggal 22 hingga 25 Desember 1928 merupakan awal kebangkitan wanita di Indonesia. Karena itu setiap tanggal 22 Desember selalu diperingati sebagai hari Ibu.Hari Kartini, di berbagai daerah diperingati terutama disekolah-sekolah mulai dari TK sampai SMA dengan cara menggunakan baju adat daerah-daerah yang ada di Indonesia. Entah kenapa juga, apakah ada relasi antara baju adat dan perjuangan R. A. Kartini itu sendiri.Di SMP Negeri 20 Surabaya ta luput dari gebyarnya baju adat atau daerah, bukan hanya para siswa Bapak dan Ibu Gurupun berdandan lebih menor dari biasanya, Semaraknya Hari Kartini dimanfaatkan sangat kreatif oleh siswa siswa dan para guru dengan mengadakan Bazar. lombah Puisi, Fashion show. Tentunya tujuan dari diadakannya kegiatan tersebut tidak lain yang utama adalah untuk menanamkan rasa nasionalisme dan patriotisme dikalangan pelajar....